News

Mabda, Niat dan Ghoyah

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh

Seorang Ayah yang mengajarkan anak penuh cinta, maka akan terbentuk anak yang penuh cinta. Seorang Ibu yang berkata lembut, (akan) membentuk anak yang penuh kelembutan. Peribahasa “Siapa yang menanam dia yang akan menuai”. Atau dalam peribahasa jawa, “Ngundhuh Wohing Pakarti

Mabda’ yang bermakna memulai atau mabda’ berarti pemikiran  dasar.(Misalnya dalam kalimat) “Mabda’ku adalah kejujuran,” maka yang dimaksud adalah bahwa azas tiap-tiap perbuatannya adalah kejujuran. Mabda’nya adalah menepati janji, maka yang dimaksud adalah bahwa azas mu’amalahnya adalah menepati janji.

 Islam adalah suatu Mabda’ karena merupakan Aqidah  yang darinya terpancar sistem, yaitu hukum-hukum  yang dapat memecahkan Problematika kehidupan alam dan manusia.

Keinginan hati untuk melakukan suatu amalan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam.  Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa segala amal perbuatan itu tergatung pada niat si Pelaku. Seorang mendapatkan buah dari amalannya sesuai keadaan niat dalam hatinya. Dalam sebuah hadist yang masyhur, disampaikan oleh sahabat Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahua’laihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

Ghayah artinya puncak atau tujuan akhir. Allah adalah ghâyah. Hingga, setiap do’a dan harapan, atau amal shaleh yang kita kerjakan, Ghâyah-nya adalah Allah dan hanya Allah, bukan apapun selain Allah. Tidak ada tujuan kecuali Allah, tidak ada Ghâyah selain Allah, tidak ada tuhan selain Allah Subhanahu wa ta’ala, melepaskan segala keinginan jiwa, hanya fokus pada keinginan Allah dan Ridho Allah.

Para pembaca yang Budiman, ketika Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasallam memberikan gambaran jalan lurus kemudian membuat garis lurus di tanah dan garis-garis miring di kanan dan kirinya . Beliau menjelaskan garis yang ditengah yang lurus adalah shirotol mustaqim (Jalan lurus sesuai dengan syariat islam (Dienullah). Dan garis garis lainnya adalah jalan jalan yang akan menjauhkan dari kebenaran jalan jalan yang menyesatkan .

Disinilah pentingnya tarbiyah yang akan membimbing setiap hamba untuk mulai dari mana dengan senantiasa menjaga setiap niat amal untuk Allah karena tujuan akhirnya dan puncaknya adalah Ridho Allah. Mari kita tarbiyah diri kita, keluarga dan masyarakat untuk membentuk pribadi sholeh yang Muslih yang baik dan membuat perbaikan menuju keluarga dan masyarakat Madani dan terbentuknya Tatanan Negara yang Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.

Dan pelaksanaan nyatanya memilihkan tempat pendidikan yang terbaik bagi diri dan keluarganya di lembaga yang Mabda, Niat dan Ghoyah untuk Allah. Menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang visi misinya membentuk Generasi Rabbani. Orangtua senantiasa akan memberikan yang terbaik bagi anaknya apapun kondisinya dan ini bagian Fitrah yang ada pada setiap manusia.

SIT Fitrah Hanniah bagian dari elemen bangsa yang bervisi dan mempunyai misi Membentuk Generasi Rabbani. Mudah-mudahan Allooh senantiasa memberkahi dan meridhoi kita semua.

Wabillaahi taufiq wal hidayah

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

 

 

 

Leave a comment

CLOSE
CLOSE